Life is full of a fake person. But, calm down, I'm not the part of them. So, better you stay with me, read my blog and and love me, loveochan.
Dec 8, 2017
Insomnia, Penyebab Seluruh Kegundahan Ini
satu kata namun mematikan.
Entah kenapa insomnia selalu menghampiriku, padahal aku enggan sekali bertemu dengannya.
Insomnia bisa menyebabkan kegundahan yang mendalam.
Insomnia,
Dikala itu, aku sedang bercanda dengan seseorang di malam hari,
mendengarkan tawanya, candanya dan juga kegemerlapan dunia malam hari
Semua terasa indah kalau itu denganmu
Kau memberikanku segala arah dan tujuan
Kau meyakinkanku agar kita selalu bersama kelak, sampai hanya maut yang bisa memisahkan kita
Kau pula yang menyanjungku dengan alunan gitarmu yang menyihirku
Menyihirku supaya aku terniang selalu dalam sanubarimu
Dan kamu berhasil membuatnya berlinang penuh asmara
Tapi...
Semua hanyalah asa
Nyata tapi semu
Semu tapi ada di dunia yang fana
Aku terbuai oleh kata
Kelam kau buatku menjadi sangat kelam
tak berarah dan mati rasa
apa salahku? hingga kau setega ini padaku.
Ya, mungkin salahku karena aku terlalu mempedulikanmu hingga aku acuh pada diriku sendiri
acuh bahwa kau selama ini mempermainkanku
Aku terlalu sibuk mengkhawatirkanmu
tapi, kau tak pernah sekalipun mengkhawatirkanku
karena, kau masih punya dia yang lain
kau masih punya tempat untukmu bersandar
Dia yang lain, yang setia menemanimu dalam suka maupun duka
ya aku tau aku hanyalah asa semu tak nyata
Terima kasih,
kau telah merajam jantungku
merebus segala tawaku hingga yang tersisa hanyalah air mata kepedihan
-sekian-
Goals tahun 2017, tercapai?
Sudah lama pula aku nggak singgah di blog ini. Entah memang aku yang sok sibuk atau terlalu terlena dengan dunia yang harusnya fana dan semu? Ya itulah hidup.
Ngomong-ngomong soal hidup, tahun 2017 kalian sudah capai goals apa saja nih guys? Pasti dong kalian punya "GOAL" tertentu di setiap tahunnya. Aku juga punya, tapi entah bisa dibilang semuanya tercapai atau belum, yang pasti aku merasa sangat bersyukur sekali karena masih bisa diberikan kesempatan hidup di tahun ini.
Goal aku di tahun ini ada banyak, namun yang sekarang mau aku share yaitu tentang GOAL TRAVELLING AKU.
GOAL yang aku set di awal tahun 2017.
Tujuan:
1. Ranu kumbolo
2. Singapore
3. Belitung
4. Derawan Island
5. Flores-Komodo Island.
Tapi, aku hanya bisa berkunjung kedua tempat, yaitu ke ranu kumbolo di bulan July 2017 dan Flores, tepatnya di pulau komodo bulan Oktober 2017.
Alhamdulillah sekali Allah masih memberikanku kesehatan untuk bisa berkunjung ke dua tempat tersebut meski aku belum bisa mencapai travel goal ku secara keseluruhan tahun ini.
Terima kasih sudah membaca tulisan recehku ini. :)
Feb 12, 2017
Surat kekecewaanku terhadap layanan service internet wifi MY REPUBLIC.
Saya sudah menjadi pelanggan tetap my republic sejak 1 tahun yg lalu. Saya memilih internet rumah My republic karena harganya terjangkau ditengah posisi rumah saya yg berada diperbatasan sidoarjo-surabaya. Yang mana pada umumnya wifi didaerah sini harganya berkisaran 300-500ribu.
Tapi, kali ini saya sangat kecewa! Saya tidak pernah membayar wifi telat atau melebihi batas tempo yg sudah ditentukan, tapi kok tiba2 saya mendapatkan sms kalau saya terlambat membayar. Wtf is going on with their system? Man, im perfectionist, I told you I was never late if its all about payment something.
Lalu, saya telfon cs my republic dan saya tercengang karena tagihan naik sejak januari 2017. LANTAS, SAYA TIDAK MENDAPATKAN INFO APA2 MENGENAI KENAIKAN HARGA INI. HELLO, ANDA KEMANA SAJA? TIDAK MELIHAT SAYA SEBAGAI PELANGGAN YG TDK PERNAH BAYAR TELAT?
SAYA JENGKEL SEKALI KARENA CS BILANG KALAU SAYA TELAT DAN SUDAH DIEMAIL TTG PEMBERITAHUAN KENAIKAN HARGA.
MANA? TIDAK ADA KEJELASAN SAMA SEKALI, LALU DENDA DIBEBANKAN PADA CUST. HARUSNYA ADA PEMBERITAHUAN 1 BULAN SEBELUM KALAU MAU NAIK. BUKAN BEGINI CARANYA.
Ini bukan masalah jumlah sedikit banyaknya uang, tapi masalah harga diri saya yang dikatakan telat membayar. Padahal jatuh tempo saya tanggal 12 setiap bulan, saya selalu membayar setial tanggal 1-5. Saya perfectionis, segala sesuatunya selalu saya catat dan perhatikan.
Maaf saya sudah jengkel sekali dengan pelayanan My republic. Saya bingung mau menulis surat komplain dimana, satu2nya media yg saya punya yaitu blok ini. Semoga google bisa membaca dan para pembaca juga bisa mendapatkan sesuatu dr yg saya tulis. Apa ada info layanan wifi yg lebih baik dari ini di daerah perbatasan sidoarjo-surabaya? Info me, kalau ada. Thanks.
Jan 22, 2017
No BF, No Cry! Berikut 4 Hal Positif Kalau Kamu Nggak Punya Pacar.
1. Kamu bisa pergi kesana-kemari tanpa ada yang mengkhawatirkanmu
Hal positif pertama yaitu kamu bisa bepergian ke tempat manapun yang kamu inginkan tanpa adanya larangan dari siapapun ataupun yang mengkhawatirkanmu secara berlebihan. Biasanya yang punya pacar, kamu bakalan dilarang ini-itu, masih ditanya perginya sama siapa, dsb. Hal itu pasti bikin kamu jenuh dan kadang juga ngerasa terlalu berlebihan. Karena nggak punya pacar, kamu nggak perlu berdebat dulu buat mutusin kemana kamu mau pergi. Kamu bisa perginya sama teman kamu, sahabat kamu dan kamu bisa lebih leluasa lirik sana-sini. Ya namanya juga jomblo, wajar aja kan kalau matanya jelalatan mencari mangsa. hehe
2. Kamu bisa membeli barang apapun yang kamu mau
Hal positif yang kedua yaitu kamu bisa membeli barang kebutuhanmu secara sepihak artinya kamu nggak perlu mempertimbangkan "nanti dia marah kalau aku boros". Tapi, pastikan dulu barangnya itu bermanfaat buat kamu dan juga budgetmu cukup untuk membeli barang itu. Membeli barang yang kamu inginkan merupakan suatu kepuasan tersendiri karena jomblo itu harus cantik, ganteng dan manawan biar sang doi bisa melirik kita.
3. Kamu bebas mengekspresikan hobimu
Punya pacar itu kadang bisa membelenggu passion yang tersembunyi dalam dirimu. Setelah putus, kamu mulai iseng-iseng menggali beberapa passion yang sempat tertunda. Ternyata, kamu seneng banget sama satu passion itu. Nah, dari sinilah kamu bisa mulai mengawali semuanya, mulai dari NOL ya, meski itu semuanya harus kamu lakukan sendirian. Lambat laun, kamu mulai menjadi master dari hobimu itu. Nah siapa tahu dari satu ketekunan selama ini yang kamu jalani membuahkan hasil dengan bertemu calon pacar baru. ciee... auuww.
4. Lebih dekat sama keluarga, sahabat dan teman
Sobat Ochan, kata pepatah mati satu tumbuh seribu. Nah yang dimaksut dengan seribunya ini artinya kamu masih punya keluarga, sahabat dan teman. Maka, dengan meluangkan waktu lebih banyak untuk mereka, kamu bisa lebih mengenal mereka. Dengan begitu, kamu lebih menikmati hidup dan kadang malah keasyikan dengan mereka sehingga kamu lupa kalau umur sudah semakin menua dan masih jomblo juga. haha
Sobat Ochan, ada udang dibalik batu. Setiap ketikan ochan ini pasti punya makna buat kamu, yaitu semoga kamu bisa lebih berpikiran positif dalam menjalani kejombloan ini. Karena pura-pura bahagia itu memang menyedihkan dan nggak patut untuk dilanjutkan. Baiknya, kamu menikmati hidup dengan berpikiran positif dan nggak terbelenggu dengan status jomblo.
Oct 20, 2016
Bukan Berarti Heartless Itu Anti Peka, Berikut Alasan kamu memilih jadi Heartless daripada kemakan harapan palsu
Kebanyakan orang, lemah dengan kata rasa, di tulisan sebelumnya aku sudah membahas tentang rasa yang membuatku semakin melemahkan segala yang ada di diriku. Namun, kali ini aku tidak akan membahas tentang kelemahan itu. Kekuatan yang akan menambahku semakin mengerti akan arti kehidupan. Jadi, dalam tulisan ini aku membahas tentang kekuatan sejati yang akan membuat setiap orang yang membacanya semakin kuat akan rasa.
So, apakah kamu sudah tahu apa itu kekuatan yang bisa menguatkanmu? Kekuatan itu sejatinya ada pada dalam dirimu sendiri. Aku menyebut kekuatan yang kuat sampai tak ada yang menandinginya kecuali akan kehendak Tuhan, yaitu kekuatan HEARTLESS.
HEARTLESS adalah kekuatan anti galau yang akan membuang segala keraguan tentang rasa. Heartless itu sangat ampuh banget buat kamu yang mudah putus asa, tukang galau dan juga nggak bisa menahan rasa. Heartless itu apa sih? Heartless itu bukan berarti kamu tidak punya hati, tapi kamu harus menjadi orang yang kuat dan tidak mudah termakan akan godaan. Heartless bukan berarti juga kamu nggak punya hati, tapi kamu take it easy untuk semua masalah yang sedang kamu hadapi.
Ada beberapa alasan kenapa kamu harus jadi orang yang heartless. Berikut baca dengan seksama yuk biar kamu bisa jadi orang yang strong dan anti baper.
1. Heartless bisa menghindarkan dari rasa GR
Siapa sih yang nggak punya rasa GR waktu sang gebetan ngasih kita perhatian? Pasti kamu merasa kalau gebetanmu itu sudah punya rasa ke kamu, sebenarnya sang gebetan itu memang baik sama semua orang. Tapi, kamunya aja yang sering banget ke GR-an. Maka dari itu, disinilah fungsinya HEARTLESS biar kamu nggak terlalu sering merasa GR yag pada akhirnya bakalan bikin kamu sakit sendiri. Heartless ini akan merubahmu menjadi orang yang cuek.
2. Heartless bisa bikin kamu cepat move on
Yes, absolutely kalau heartless bisa bikin kamu cepet banget move on alias bangkit dari keterpurukan. Ada banyak orang yang nggak bisa move on karena mereka terlalu merasakan kesedihan yang membuat mereka tetap tidak mau merubah hal itu. Nah, disini heartless berperan sangat kuat banget karena itu bisa menggugah pikiran positifmu dan memberikan semangat kalau kamu masih bisa bertahan hidup selama kamu masih punya Tuhan dan keluarga yang menyayangimu. Heartless pada dasarnya akan mengajarkanmu bagaimana caranya menjadi orang yang sudah ditempa oleh berbagai macam masalah. Jadi, kalau kamu heartless saat kamu punya masalah, just take it easy then. You will always have a chance or way to get out of it. So, just be fun and enjoy your life although you still have lots of problem, just do it.
3. Dengan heartess, kamu bisa meraih apa yang kamu inginkan dengan mudah
Banyak orang bilang kalau meraih impian. Itu harus dengan rencana yang matang dan dipikirkan terlebih dahulu. Ya, itu sih emang benar adanya. Tapi, kalau kamu kebanyakan mikir, kapan jalanin semua impianmu. Maka dari itu, kamu butuh banget heartless biar kamu gak kebanyakan mikir dan impianmu bisa tercapai. Kamu harus mengesampingkan hal-hal dan orang-orang yang nggak berperan penting buat hidupmu ataupun masa depanmu. Life must go on if its without you, man!
Jadi, kamu yakin masih mau jadi orang yang ANTI HEARTLESS? Yakin juga kamu masih nggak mau membaca artikel ini kalau ternyata manfaat yang kamu dapar dari heartless itu banyak. Jangan lupa, like, share, comment, follow dan subscribe ya. :)
Oct 6, 2016
Kamu, Yang Selalu Mengajarkanku Kehidupan, Tapi Kamu Lupa Bagaimana Caranya Aku Menjalani Kehidupan Kalau Tanpamu
Aku tak tahu arah dan tujuan saat itu, hanya kau yang selalu setia mengarahkanku pada sebuah visi yang sangat kita idamkan. Namun, Tuhan ternyata tidak berkehendak. Tuhan tak mengijinkan kita berpegangan erat selamanya. Beliau mengirimkan sebuah cobaan berat buatku karena ulahmu. Aku lebur menjadi butiran abu, mudah tersapu oleh hembusan angin rayuanmu. Jangan kalian pikir musibah tersebut tentang hal-hal yang tidak senonoh ya, namun musibah ini sangat membuatku merasa bernanah. Hanya beberapa sahabatku lah yang tahu tentang sekilas cerita yang sangat memuakkan ini.
Memuakkan? Lantas mengapa aku masih saja menginginkan hal ini untuk diceritakan? Karena akan menjadi sebuah pelajaran, pelampiasan, pengertian, penobatan dan pemberian maaf terakhir buat kamu. Memang semua salahku, karena terlalu mengikutimu, menggantungkan segalanya yang aku punya kepadamu, mematikan hidupku sendiri hanya untukmu, membutakan seluruh arah, meredupkan cahaya kesempatan yang datang untukku. Namun, aku menutupnya rapat-rapat dan membuangnya jauh-jauh seakan aku tidak membutuhkan orang lain, selain kamu.
Selama 8 tahun juga aku terlalu kau manjakan, kau enakkan, kau sanjungkan, kau tinggikan, kau acungi jempol, kau positifkan, kau anugerahkan, kau abadikan. Namun, selama 8 tahun pula, kau remehkan, kau penatkan, kau ramaikan, kau khianati, kau sakiti, kau lampaui, kau bohongi, kau caci, kau maki, kau buang, kau abaikan. Pun, aku tetap selalu setia disampingmu meskipun seribu kali aku mencoba untuk menghilangkanmu dari hiduku, Namun, aku tak bisa.
Aku terlalu terhanyut akan tutur katamu yang menyejukkan hati, santunmu yang membuatku terngiang, ramahmu kepada orang lain yang membuatku selalu merasa damai. KAMU! Kenapa kamu begitu sempurna dimataku yang fana ini? KAMU! Kenapa begitu tega berperilaku sedemikian rupa sehingga kau tega menjadikanku sebagai putrimu.
Kamu ajarkanku bagaimana cara mengatasi segala sesuatu. Kamu tuntun aku bagaimana cara menjalani hidup yang benar, tanpa rasa iri hati, dengki, pemaaf, tak congkak dan juga selalu menjadikan air bagi insan yang sedang rindu akan kesegarannya.
Tapi, yang aku sangat kecewa padamu, kamu tak pernah mengajarkanku bagaimana cara hidup tanpamu. Kamu tak pernah mengajarkanku bagaimana cara hidup mandiri tanpamu. Kamu tidak pernah menyentuhkku dengan kata "mandiri" dan "terbiasa" tanpamu. Bahkan, kamu tidak pernah membahas sedikitpun tentang apa artinya kehidupan kalau itu tanpamu!
Aku tak bisa menahan hasrat untuk mengenang segala kelembutanmu, ketololanmu dan juga kesempurnaanmu. Kamu dulu segalanya, bahkan melebihi keluargaku. Kamu dulu bagaikan Raja yang tak pernah aku sedikitpun akan tega menjauh darimu. Kamu dulu laksana jantungku, aku akan mati jikalau itu tanpamu.
Apa ini yang disebut cinta? IYA! Namun, apa ini juga yang disebut dengan sayang? BENAR! Dan, apa ini juga yang dinamakan CINTA SEJATI? TEPAT SEKALI!
Kau tahu, aku tertarik padamu karena matamu yang menyilaukan sanubariku pada masa putih abu-abu. Kamu yang selalu aku nanti disetiap aku melewati lorong sekolah di depan kelasmu. Kamu, yang selalu aku tunggu du halaman sekolah. Kamu, yang selalu aku intai setiap sehabis upacara pagi. Dan, tak ada bosannya aku masih saja menaruh harapan ke kamu yaitu, cinta pada pandangan pertamaku. Terenyuh rasanya ketika aku masih belum tahu yang namanya kerasnya kehidupan, lantas kau datang dengan menghubungiku melalui ponsel buntutku.
Kamu, dengan sejuta paras indahmu datang dan berbincang. Untuk pertama kalinya, hal itu masih teringat jelas bahkan masih nyata dipikiranku. Kamu yang dulu berambut gondrong, kini menjadi 2cm. Kamu, dengan santunnya kau menceritakan pahitnya kehidupan. Dari situlah, aku tahu kalau kamu memang benar-benar orang yang tangguh, kuat dan juga sudah tertempa akan kejamnya dunia.
Namun, karena kebodohanku, aku terlena dengan lelaki lain. Sikap bodohku masih tetap saja tidak berhenti, bahkan sampai sekarang. Sikap terbodohku yaitu MUDAH BOSAN dengan segala sesuatu yang ada. Entah kenapa hal ini sangat menghantuiku disetiap waktu. Bosan, aku tak mau menyalahkanmu namun memang ini adanya aku. Dengan alasan bosan, aku meninggalkanmu terpuruk. Lalu,aku bersamanya dan kau juga tak tahu arah dan tujuanmu kalau tanpaku.
Otak bodohku kembali berguman kalau aku telah merasa bosan dengan lelaki ini. Lantas, aku mencampakkan dia begitu saja dan aku kembali padamu. Kertas yang rapi, lalu terlipat dan tidak akan bisa kembali ke bentuk semulanya yang rapi dan menawan. Begitu juga denganmu, kamu yang tak mau memaafkanku sampai pada akhirnya aku masih bersih kukuh untuk mengejarmu bahkan sampai keujung dunia sekalipun.
Tuhan baik padaku saat itu, kamu mau memaafkan tingkahku yang masih bocah. Dan kita bersama kembali. Sampai dengan cerita yang sama, yaitu otak tololku berkata kalau aku sudah mulai bosan lagi denganmu dan ada seorang lelaki yang mendekatiku, dia begitu menawan dan baik hati. Tak ada bosannya, aku kembali meninggalkanmu. Akhirnya, ada suatu musibah yang sangat membuatku harus memutuskan hubungan dengan lelaki itu. Dan, lagi-lagi Tuhan masih baik dengan sikap bocahku ini. Aku kembali padamu dan kamu juga masih mau memberikan pelukan hangatmu padaku. Kisah tersebut tidak berhenti sampai disini, kisah ini berlanjut sampai yang terakhir kalinya, aku memutuskan untuk tidak akan meninggalkanmu lagi.
Aku sudah membuang semua otak tololku, sikap bocahku dan juga hal-hal yang membuatku berpikiran tentang "BOSAN". Aku tak mau berjelaga lagi dengan penat yang membelenggu. Terima kasih kau sudah mampu membunuh segala penat yang ada dan kita akhirnya saling mengisi, mengerti, memahami, mendalami dan menyeriusi.
Sepertinya, saat musibah itu, Tuhan sedang marah sekali padaku karena kelakuan nakalku terhadap orang tuaku. Aku tidak mengikuti kata orang tuaku yang mana untuk meninggalkamu. Lantas, aku masih tetap mempertahankanmu dengan segala kekuranganmu. Aku mau menutupinya, namun sampai kapan aku harus menutupinya. Apa sampai aku tak berkutik lagi? Sampai tubuh mulai membiru gemas akan tingkahmu yang semakin menjadi. Aku tak tahu harus bagaimana, Tuhan ternyata selalu bersama ridho orang tua.
Musibah itu...
Membuatku tercengang, terbelanga dan ternganga. Entah kenapa Tuhan mengujiku dengan musibah yang tak pernah ku duga sebelumnya. Aku yang dulunya sangat kuat bersamamu, kini menjadi sangat rapuh dan selalu berkecil diri. Aku yang dulunya mampu menutupi segala kekuranganmu, berubah menjadi seorang yang penuh acuh padamu. Apalagi, kau juga yang memperkeruh keadaan. Kau menambah bebanku, beban yang seharusnya aku sudah muak, lalu kau tambah lagi dengan beberapa pikulan lagi. Aku harus bagaimana?
2 November 2015,
Saat itu, aku memutuskan semua bebanku bersamamu. Segala rasaku harus segera aku akhiri sudah. Aku menyudahinya, aku menguburmu dengan sejuta beban yang kau tlah kau beri. Terima kasih atas pikulan beban selama ini. Biarkan aku memikul bebanku sendiri tanpamu, meski kau tak pernah mengajarkanku bagaimana caranya hidup penuh bebabn tanpamu.
Saat ini, aku tak tahu engkau berada dimana, sedang berbuat apa dan bersama siapa. Yang aku tahu saat ini, aku merindukanmu. Aku merindukan sosok lembut itu hadir disampingku. Aku tak kuasa menahan rinduku karena kau begitu memberikan kehidupan namun kau tak pernah memberitahuku tentang bagaimana caraku memaknai kehidupan kalau tanpamu.
Aku, yang engkau sia-siakan selama setahun ini. Entah sampai kapan aku masih tetap saja mengingat segalanya tentangmu, jelas bahkan tak samar. Aku tidak ada niatan sama sekali untuk melupakanmu. Biarkan hal indah itu menjadi kenangan terpahit dan terindah dalam hidupku. Tak kuasa sekali mataku menahan segala bendungan air mata ini. Padamu jua, aku akan menggoreskan luka yang menyakitkan tapi dapat meneteskan emas yang tak ternilai harganya.
Sekian kisah kerinduanku ini terhadapmu
Padamu salam rinduku, si gondrong IGBL.
Oct 5, 2016
Diriku Saat Ini, Nampaknya Akan Sangat Berjuang Dengan Kesendirian
Sebelumnya, aku sudah menulis tentang diriku sendiri dimana aku yang hanyalah seorang gadis penuh dengan liku-liku percintaan yang tak layak untuk ditulis. Namun, apalah daya aku tak punya sesuatu yang menarik untuk ditulis melainkan hal rumit tersebut.
Berbeda, kali ini aku akan menulis tentang diriku saat ini, saat dimana aku tidak lagi hidup dengan cinta. Pada tanggal 5 Oktober 2016, dimana aku tidak lagi memiliki sebuah hasrat untuk mengulang kembali pahitnya kisah kasih yang tidak terjadi disekolah, tapi dimanapun kasih berada. Mari kita mulai.
Keterpurukan, pasti akan dirasakan oleh setiap makhluk yang bernafas. Manusia terpuruk, jatuh, begitu pula dengan hewan yang kelaparan, kedinginan dan juga tumbuhan yang kekeringan memohon kepada sang hujan agar segera membasahinya. Pun, manusia yang akan lebih banyak merasakan keterpurukan tersebut karena manusia punya suatu rasa yang bisa membuatnya semakin menjadi-jadi. Semakin kau menjadi seorang yang perasa, akan semakin terpuruk pula hal pahit yang kau alami. Eh, tapi itu hanya menurutku, kenapa? Karena hal itu sudah sangat terbukti sekali pada pahitnya pengalamanku tentang rasa.
Kalau bicara soal rasa, sepertinya tidak akan ada habisnya, seperti dunia ini yang lingkaran dan tidak berujung. Begitu pula dengan rasa, rasa juga tidak akan pernah berhenti mengetok pintu hati setiap manusia yang lemah. Aku bilang kalau rasa itu bisa membuat kamu semakin lemah, tapi rasa yang akan membuatmu menjadi seorang yang rapuh. Terkadang, rasa juga yang akan membuatmu kuat namun itu hanya sesaat.
Aku sudah penat dengan rasa yang meracuni setiap pikirku, membumbuinya dengan ketidak berdayaanku, menyajikannya dengan hal pahit, bahkan membunuhku secara perlahan tetapi enggan pula untuk memastikan. Rasa, kamu sangat berperan sekali dikehidupanku, sampai aku tahu semua arti kehidupan, mulai dari aspek terkecil sampai terbesar. Rasa, kau yang mengajarkanku tentang kegagalan, jatuh bangunnya kehidupan sampai kehilangan orang yang sudah aku rasa benar. Rasa, entah aku sudah kehabisan akal kalau bicara tentangmu.
Dulunya, aku perasa sekali. Ya, perasa sampai orang berkata aku hanya mengandalkan rasa. Seperti, rasa belas kasihan kepada orang terlalu tinggi, rasa tidak enakan, rasa ketidak adilan alias iri hati, rasa ketidak benaran alias fitnah, rasa ketidak pantasan dan semua rasa tersebut dulunya itu memang sudah bersahabat denganku.
Namun, saat ini aku sudah berubah. Aku sudah bukan aku yang dulu, yang dengan mudah sang rasa menghampiriku sampai pada akhirnya melemahkanku. Rasa, sekarang kamu tidak akan pernah lagi menyentuh sanubariku. Aku sudah menempanya dengan lapisan yang tidak akan engkau tembus, kecuali rasa pada orang-orang yang sudah melekat denganku selama berpuluh tahun lamanya. Rasa, aku tidak bermaksut untuk berkhianat denganmu, tapi aku harus melawan semua ketidak berdayaan ini.
Lantas apa hubungannya aku dengan rasa saat ini? Karena rasa telah memberiku segunung bahkan selangit kenangan pahit bersamanya, aku tidak akan mudah menjadi seorang perasa, lagi. Selongsong hatiku sudah aku putihkan, segenap jiwaku sudah aku tempa dan dinding hatiku sudah aku lapisi dengan tembok emas, jikalau emas itu bersinar maka silaunya akan menyulapkan mata. Ya, itulah aku sekarang. Aku yang tidak perasa akan menjalani sisa hidupku dengan kesendirian. Kesendirian yang membuatku merasa kuat, tak memiliki rasa berlebih, pun juga tak akan menyakiti diriku sendiri karena aku hanya sendiri.
Sendiri, berteman sepi, bersahabat sunyi, berselimut pagi dan terlupakan oleh senja yang menyaji. Aku, hanyalah manusia yang tak bernyali untuk merasakan sebuah rasa yang patut diuji. Aku, bergumam sendiri, berpeluk api, bersandarkan wangi sang melati dan bersiap untuk menelusuri kemana arah angin akan membawaku ke tempat yang selayaknya aku ditakridkan.
Entah sampai kapan aku akan berjuang dengan semua yang tak perasa ini. Entah sampai kapan pula akau akan menjadi orang yang penuh dengan kesendirian. Jangan biarkan aku bermain dengan egoku. Jangan biarkan aku bersenam dengan syahduku. Jangan biarkan aku berdendang dengan petikan gitarku.
Hanya putusan dari sang waktulah yang akan menjawab. Diriku saat ini, yang nampaknya akan sangat berjuang dengan kesendirian karena tidak akan ada lagi rasa yang berlebihan didalam sosokku.
Mar 24, 2016
WTF!ME (What The Fool! Me)
Feb 8, 2013
Jun 5, 2011
The Famous Literature creators.
- A Christmas Carol by Charles Dickens
- A Connecticut Yankee in King Arthur's Court by Mark Twain
- A Dream Within a Dream by Edgar Allan Poe
- A Midsummer Night's Dream by William Shakespeare
- A Princess of Mars by Edgar Rice Burroughs
- A Room With a View by E. M. Forster
- A Study in Scarlet by Sir Arthur Conan Doyle
- A Tale of Two Cities by Charles Dickens
- A Thief in the Night by E. W. Hornung
- A Treatise on Government by Aristotle
- A Woman of No Importance by Oscar Wilde
- A Woman of Thirty by Honore de Balzac
- Adventures of Sherlock Holmes by Sir Arthur Conan Doyle
- Aesop's Fables by Aesop
- Agnes Grey by Anne Bronte
- Alice's Adventures in Wonderland by Lewis Carroll
- All's Well That Ends Well by William Shakespeare
- Allan Quatermain by H. Rider Haggard
- Allan's Wife by H. Rider Haggard
- An Ideal Husband by Oscar Wilde
- An Occurrence at Owl Creek Bridge by Ambrose Bierce
- Andersen's Fairy Tales by Hans Christian Andersen
- Anna Karenina by Leo Tolstoy
- Annabel Lee by Edgar Allan Poe
- Anne of Green Gables by L. M. Montgomery
- Antony and Cleopatra by William Shakespeare
- Apology by Plato
- Around the World in Eighty Days by Jules Verne
- As You Like It by William Shakespeare
- At the Earth's Core by Edgar Rice Burroughs
- Barnaby Rudge by Charles Dickens
- Berenice by Edgar Allan Poe
- Black Beauty by Anna Sewell
- Bleak House by Charles Dickens
- Buttered Side Down by Edna Ferber
- Cousin Betty by Honore de Balzac
- Crime and Punishment by Fyodor Dostoevsky
- Daisy Miller by Henry James
- David Copper_eld by Charles Dickens
- Dead Men Tell No Tales by E. W. Hornung
- Discourse on the Method by Rene Descartes
- Dorothy and the Wizard in Oz by L. Frank Baum
- Dracula by Bram Stoker
- Eight Cousins by Louisa May Alcott
- Emma by Jane Austen
- Essays and Lectures by Oscar Wilde
- Essays of Francis Bacon by Sir Francis Bacon
- Essays, First Series by Ralph Waldo Emerson
- Essays, Second Series by Ralph Waldo Emerson
- Ethan Frome by Edith Wharton
- Harry Potter and the Sorcerer’s Stone by J.K.Rowling
- Harry Potter and the Chamber of Secrets by J.K.Rowling
- Harry Potter and the Prisoner of Azkaban by J.K.Rowling
- Harry Potter and the Goblet of Fire by J.K.Rowling
- Harry Potter and the Order of the Phoenix by J.K.Rowling
- Harry Potter and the Half-Blood Prince by J.K.Rowling
- Lady Windermere's Fan by Oscar Wilde
- Lincoln's First Inaugural Address by Abraham Lincoln
- Lincoln's Second Inaugural Address by Abraham Lincoln
- Little Men by Louisa May Alcott
- Little Women by Louisa May Alcott
- Macbeth by William Shakespeare
- Main Street by Sinclair Lewis
- Mans_eld Park by Jane Austen
- Memoirs of Sherlock Holmes by Sir Arthur Conan Doyle
- Middlemarch by George Eliot
- Moby Dick by Herman Melville
- Moll Flanders by Daniel Defoe
- Much Ado About Nothing by William Shakespeare
- Night and Day by Virginia Woolf
- Northanger Abbey by Jane Austen
- Nostromo by Joseph Conrad
- O Pioneers! by Willa Cather
- Of Human Bondage by W. Somerset Maugham
- Oliver Twist by Charles Dickens
- On the Decay of the Art of Lying by Mark Twain
- On the Duty of Civil Disobedience by Henry David Thoreau
- Othello, Moor of Venice by William Shakespeare
- Ozma of Oz by L. Frank Baum
- Pandora by Henry James
- Paradise Lost by John Milton
- Persuasion by Jane Austen
- Poems of Edgar Allan Poe by Edgar Allan Poe
- Pollyanna by Eleanor H. Porter
- Pride and Prejudice by Jane Austen
- Pygmalion by George Bernard Shaw
- Further Adventures of the Amateur Cracksman by E. W. Hornung
- Rebecca Of Sunnybrook Farm by Kate Douglas Wiggin
- Robinson Crusoe by Daniel Defoe
- Romeo and Juliet by William Shakespeare
- Rose in Bloom byLouisa May Alcott
- Sense and Sensibility by Jane Austen
- Silas Marner by George Eliot
- Tarzan of the Apes by Edgar Rice Burroughs
- Tess of the d'Urbervilles by Thomas Hardy
- The Adventures of Huckleberry Finn by Mark Twain
- The Adventures of Pinocchio by Carlo Collodi
- The Adventures of Tom Sawyer by Mark Twain
- The Aeneid by Virgil
- The Age of Innocence by Edith Wharton
- The Amateur Cracksman by E. W. Hornung
- The Analysis of Mind by Bertrand Russell
- The Ballad of Reading Gaol by Oscar Wilde
- The Bells by Edgar Allan Poe
- The Call of the Wild by Jack London
- The Cask of Amontillado by Edgar Allan Poe
- The Categories by Aristotle
- The Chessmen of Mars by Edgar Rice Burroughs
- The Comedy of Errors by William Shakespeare
- The Count of Monte Cristo by Alexandre Dumas
- The Emerald City of Oz by L. Frank Baum
- The Fall of the House of Usher by Edgar Allan Poe
- The Four Million by O. Henry
- The Gambler by Fyodor Dostoevsky
- The Gettysburg Address by Abraham Lincoln
- The Gods of Mars by Edgar Rice Burroughs
- The Happy Prince and Other Tales by Oscar Wilde
- The History of Tom Jones, a foundling by Henry Fielding
- The History of Troilus and Cressida by William Shakespeare
- The Hound of the Baskervilles by Sir Arthur Conan Doyle
- The Hunchback of Notre Dame by Victor Hugo
- The Hunting of the Snark by Lewis Carroll
- The Idiot by Fyodor Dostoevsky
- The Iliad by Homer
- The Importance of Being Earnest by Oscar Wilde
- The Innocence of Father Brown by G. K. Chesterton
- The Innocents Abroad by Mark Twain
- The Invisible Man by H. G. Wells
- The Island of Doctor Moreau by H. G. Wells
- The Jungle Book by Rudyard Kipling
- The Last Days of Pompeii by Edward Bulwer-Lytton
- The Last of the Mohicans by James Fenimore Cooper
- The Legend of Sleepy Hollow by Washington Irving
- The Life and Adventures of Nicholas Nickleby by Charles Dickens
- The Life and Death of King Richard III by William Shakespeare
- The Life of King Henry V by William Shakespeare
- The Lost Continent by Edgar Rice Burroughs
- The Lost World by Sir Arthur Conan Doyle
- The Man in the Iron Mask by Alexandre Dumas
- The Man Upstairs and Other Stories by P. G. Wodehouse
- The Man Who Knew Too Much by G. K. Chesterton
- The Man with Two Left Feet by P. G. Wodehouse
- The Masque of the Red Death by Edgar Allan Poe
- The Merchant of Venice by William Shakespeare
- The Merry Adventures of Robin Hood by Howard Pyle
- The Merry Wives of Windsor by William Shakespeare
- The Moon and Sixpence by W. Somerset Maugham
- The Moonstone by Wilkie Collins
- The Murders in the Rue Morgue by Edgar Allan Poe
- The Mysterious A_air at Styles by Agatha Christie
- The Mystery of Edwin Drood by Charles Dickens
- The Mystery of the Yellow Room by Gaston Leroux
- The Odyssey by Homer
- The Origin of Species means of Natural Selection by Charles Darwin
- The Phantom of the Opera by Gaston Leroux
- The Picture of Dorian Gray by Oscar Wilde
- The Pit and the Pendulum by Edgar Allan Poe
- The Portrait of a Lady by Henry James
- The Purloined Letter by Edgar Allan Poe
- The Raven by Edgar Allan Poe
- The Red Badge of Courage by Stephen Crane
- The Republic by Plato
- The Return of Sherlock Holmes by Sir Arthur Conan Doyle
- The Rime of the Ancient Mariner by Samuel Taylor Coleridge
- The Scarecrow of Oz by L. Frank Baum
- The Scarlet Letter by Nathaniel Hawthorne
- The Sonnets by William Shakespeare
- The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde by Robert Louis Stevenson
- The Taming of the Shrew by William Shakespeare
- The Tell-Tale Heart by Edgar Allan Poe
- The Tempest by William Shakespeare
- The Tenant of Wildfell Hall by Anne Bronte
- The Three Musketeers by Alexandre Dumas
- The Time Machine by H. G. Wells
- The Tin Woodman of Oz by L. Frank Baum
- The Tragedy of Coriolanus by William Shakespeare
- The Tragedy of King Lear by William Shakespeare
- The Tragedy of King Richard the Second by William Shakespeare
- The Voyage Out by Virginia Woolf
- The War in the Air by H. G. Wells
- The War of the Worlds by H. G. Wells
- The Wind in the Willows by Kenneth Grahame
- The Wisdom of Father Brown by G. K. Chesterton
- The Wonderful Wizard of Oz by L. Frank Baum
- Three Men in a Boat by Jerome K. Jerome
- Through the Looking Glass by Lewis Carroll
- Thus Spake Zarathustra by Friedrich Nietzsche
- Thuvia, Maid of Mars by Edgar Rice Burroughs
- To Helen by Edgar Allan Poe
- Treasure Island by Robert Louis Stevenson
- Twelfth Night by William Shakespeare
- Twenty Thousand Leagues Under the Seas by Jules Verne
- Twenty Years After by Alexandre Dumas
- Typee by Herman Melville
- Ulalume by Edgar Allan Poe
- Uneasy Money by P. G. Wodehouse
- Up From Slavery: An Autobiography by Booker T. Washington
- Vanity Fair by William Makepeace Thackeray
- Walden by Henry David Thoreau
- War and Peace by Leo Tolstoy
- Warlord of Mars by Edgar Rice Burroughs
- White Fang by Jack London
THE GREATEST ENGLISH LITERATURE
All you need to know about great literary works
While earning my bachelor's degree in English literature I ran into a reoccurring theme: death, death and more death! To be a great work of literature, it seems there has to be death. (Okay, I'm purposely overgeneralizing, here, but there is some truth to it.) Thus this (I hope) humorous look at great literary works!
| Romeo and Juliet By William Shakespeare | People fall in love, then die. |
| The Glass Menagerie By Tennessee Williams | Everyone is so miserable they wish they were dead. |
| All Quiet on the Western Front By Erich Maria Remarque | Men experience the horror of war and every single character dies. |
| The Scarlet Letter By Nathaniel Hawthorne | Two men fight over Hester and then die. |
| Macbeth By William Shakespeare | Macbeth kills people and then dies. |
| The Great Gatsby By F. Scott Fitzgerald | Myrtle dies, Wilson kills Gatsby and then commits suicide. |
| Great Expectations By Charles Dickens | A convict helps Pip become educated and then dies. |
| The Red Badge of Courage By Stephen Crane | A soldier spends the whole book whining about how afraid he is to die. |
| Huckleberry Finn By Mark Twain | Huck pretends to be dead so he can have adventures. |
| Tom Sawyer By Mark Twain | Injun Joe chases Tom until he dies. |
| Antigone By Sophocles | Everyone inbreeds and dies. |
| Our Town By Thorton Wilder | Everyone dies, but the play goes on anyway. |
| A Doll's House By Henrik Ibsen | Nora decides she'd rather die than stay with her husband. |
| Moby Dick By Herman Melville | Ahab chases a whale and dies. |
| War of the Worlds By H.G. Wells | The Martians kill a bunch of people and then fall over dead. |
| A Christmas Carol By Charles Dickens | Scrooge is visited by dead people. |
| Dante's Inferno | All about where you might go when you die. |
| Don Quixote By Miguel de Cervantes | An old guy goes crazy and dies. |
| Hound of the Baskervilles By Arthur Conan Doyle | Holmes must find out why someone died. |
| Phantom of the Opera By Gaston Leroux | A guy can sing beautifully but looks like he's dead. |
| The Awakening By Katie Chopin | A woman learns to think for herself and then dies. |
| Beowulf Ancient European Legend | The hero rips off the monster's arm and it dies. |
| Lord of the Flies By William Golding | A bunch of kids degenerate into wild behavior and some of them die. |
| War and Peace By Lev Nikolayevich Tolstoy | A book so long that by the time you finish it, you'll be dead. |
| The Fall of the House of Usher By Edgar Allan Poe | It turns out the guy's sister isn't as dead as he thought! |
| The Tell-Tale Heart By Edgar Allan Poe | The murderer is afraid his victim isn't really dead. |
| White Fang By Jack London | People have a hard time believing that if they hang around with a wolf they won't end up dead. |
| The Canterbury Tales By Geoffrey Chaucer | People travel to visit a place where a famous guy died. |
| Hamlet By William Shakespeare | Hamlet talks to himself, goes nuts and pretty much everyone dies. |
| A Night to Remember by Walter Lord | The Titanic sinks and lots of people die. |
| Fuenteovejuna By Lope de Vega | The evil Commander insults the women's honor until the townpeople get fed up and kill him. |
| Wuthering Heights By Emily Brontë | Heathcliff is bitter and lonely and over 60% of the cast dies. (Yes, I actually calculated this.) |
| Jane Eyre By Charlotte Brontë | No one can be happy until the crazy lady in the attic dies. |
| The Odyssey By Homer | It turns out Odysseus isn't dead and he comes back to kill the people who were cozying up to his wife. |
| Much Ado About Nothing By William Shakespeare | Hero pretends to be dead, while Benedick thinks he would die of embarassment if he told Beatrice how he really feels about her. |
| The Color Purple By Alice Walker | Celie struggles to find happiness until her father dies and she inherits property. |
| 1984 By George Orwell | Anyone who criticizes the government will probably end up dead. |
| Treasure Island By Robert Louis Stevenson | A bunch of men end up dead while looking for treasure. |
| The Jungle Book By Rudyard Kipling | Mowgli is raised by animals after his parents die. |
| Walden By H.J. Thoreau | Better think for yourself and appreciate the little things or when you die you won't have lived. |
| pretty much any poem by Emily Dickinson | Death, death and more death. |
| Les Miserables By Victor Hugo | Life sucks and nearly everyone dies. |
| Grapes of Wrath By John Steinbeck | Better move west or we'll all die. |
| Richard II by William Shakespeare | Henry Bolingbroke plots against Richard II, and once he has the crown, orders his death. |
| Richard III by William Shakespeare | A whole bunch of people die as Richard III tries to secure his claim to the throne of England. |
| Othello by William Shakespeare | Iago gets jealous, Othello gets suspicious, and most of them die. |
| As You Like It by William Shakespeare | People cross-dress and hang out in the forest, and because it's a comedy they all get married instead of dying. |
| All's Well That Ends Well by William Shakespeare | Helena stops the king from dying, lets her husband think she's dead, and eventually they all live happily ever after. |
| Henry V by William Shakespeare | Henry conquers France and a bunch of people die. |
| The Winter's Tale By William Shakespeare | A bunch of people are thought to be dead, but really aren't. |
| A Midsummer Night's Dream By William Shakespeare | If Hermia doesn't marry Demetrius she'll probably be killed, but she runs off with Lysander. A bunch of fairies complicate things by playing pranks, and, surprisingly, no one actually dies. |
| Measure For Measure By William Shakespeare | People are in danger of dying because sleeping around is illegal. |
| Antony and Cleopatra By William Shakespeare | The title characters are involved in political intrigue and eventually end up dead. |
| King Lear By William Shakespeare | An old king fights with his three daughters and they all end up dead. |
| Henry IV, Parts 1 and 2 By William Shakespeare | Prince Hal parties with Falstaff until he finally grows up and starts helping to kill people to secure his claim on the throne. |
| Heart of Darkness By Joseph Conrad | As Marlow sails up the Congo everyone tells him how great this guy Kurtz is, but as soon as they meet, Kurtz dies. |
| Njal's Saga By an unknown thirteenth century author | Old Icelandic people sue each other, marry and get into fights where lots of people die. |
| Mrs. Dalloway By Virginia Woolf | Rich British people sit around and whine until a shell-shocked WWI vet jumps out a window and dies. |
| Season of Migration to the North By Tayeb Salih | A stranger comes to the village and dies, after which his wife and her second husband kill each other and the narrator thinks about committing suicide. |
| Sister Carrie By Theodore Dreiser | Carrie comes to the big city and uses a couple men to get rich and famous, but one of them dies penniless, and in the end Carrie seems destined to die alone. |
| What Maisie Knew By Henry James | A little British girl would be better off if her parents were dead instead of divorced, since they use her as a pawn and make her life miserable. |
| Le Morte d'Arthur By Sir Thomas Malory | The story of how King Arthur of Camelot dies. |
Thanks!*
Buku dan Karya Sastra Terkenal
Di antara karya terkenal itu antara lain :
1. Siti Nurbaya (Marah Rusli), tokoh utama Siti Nurbaya, Syamsul Bahri, Datuk Maringgih.
2. Atheis (Akhdiat Kartamiharja) tokoh utama Kartini, Hasa, Rusli, Anwar.
3. Belenggu (Armjn Pane), tokoh utama dr. Sukartono, Sumartini, Rohayah.
4. Di Bawah Lindungan Ka’bah (Hamka), tokoh utama Zainab, Hamid.
5. Dian yang Tak Kunjung Padam (STA), tokoh utama Yasin, Molek, Sayid Mustofa.
6. Kasih Tak Terlarai (Suman Hasibuan), tokoh utama Taram, Nurhaida, Syekh Abas.
7. Keluarga Gerilya (Pramudya Ananta Toer), tokoh utama Saman, Darsono, Salamah.
8. Layar Terkembang (STA), tokoh utama Tuti, Maria, Yusuf.
9. Mencari Pencuri Anak Perawan (Suman Hasibuan), tokoh utama Si Joon, Si Nona, Si Tairoo.
10.Robohnya Surau Kami (Abdul Muis), tokoh utama Ajo Sidi, Haji Saleh, Kakek.
11.Salah Asuhan (Abdul Muis), tokoh utama Hanafi, Corrie, Rafiah.
12.Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk (Hamka), tokoh utama Zainudin, Hayati, Aziz.
13.Katak Hendak Jadi Lembu (Nur Sutan Iskandar), tokoh utama Suria dan Zubaida.
14.Aki(Idrus), tokoh utama Aki dan Sulasmi.
15.Tak Putus Dirundung Malang (STA), tokoh utama Mansyur, Lasminah, Darwis.
Empat Karya Sastra Termahsyur
Buku novel yang termasuk ke dalam kategori tadi adalah:
- Kisah Tiga Negara, karya Luo Guanzhong, zaman Dinasti Ming
- Batas Air, karya Shi Nai-an, zaman Dinasti Ming
- Perjalanan ke Barat, karya Wu Cheng-en, zaman Dinasti Ming
- Jin Ping Mei, karya Lanlin Xiaoxiaosheng, zaman Dinasti Qing
Unsur-Unsur dalam DRAMA
Unsur-Unsur Intrinsik
Mau jadi Artis sinetron ? Yuukk simak kilas tentang AKTING YANG BAIK.
Dialog yang baik ialah dialog yang :
terdengar (volume baik)
jelas (artikulasi baik)
dimengerti (lafal benar)
menghayati (sesuai dengan tuntutan/jiwa peran yang ditentukan dalam naskah)
Gerak yang balk ialah gerak yang :
terlihat (blocking baik)
jelas (tidak ragu‑ragu, meyakinkan)
dimengerti (sesuai dengan hukum gerak dalam kehidupan)
menghayati (sesuai dengan tuntutan/jiwa peran yang ditentukan dalam naskah)
· Volume suara yang baik ialah suara yang dapat terdengar sampai jauh
jelas dan terang meskipun diucapkan dengan cepat sekali. Jangan terjadi kata‑kata yang
diucapkan menjadi tumpang tindih.
· Lafal yang benar pengucapan kata yang sesuai dengan hukum pengucapan bahasa yang
dipakai . Misalnya berani yang berarti "tidak takut" harus diucapkan berani bukan ber‑ani.
kesan yang sesuai dengan tuntutan peran dalam naskah
dengan yang lainnya tidak saling menutupi sehingga penonton tidak dapat melihat pemain
yang ditutupi.
belakang tubuh. Hal ini dapat diatur dengan patokan sebagai berikut :
· Kalau berdiri menghadap ke kanan, maka kaki kanan sebaiknya berada didepan.
· Kalau berdiri menghadap ke kiri, maka kaki kiri sebaiknya berada didepan.
mengelompok di satu tempat. Dalam hal mengatur balance, komposisinya:
· Bagian kanan lebih berat daripada kiri
· Bagian depan lebih berat daripada belakang
· Yang tinggi lebih berat daripada yang rendah
· Yang lebar lebih berat daripada yang sempit
· Yang terang lebih berat daripada yang gelap
· Menghadap lebih berat daripada yang membelakangi
adegan yang berlangsung
dilakukan jangan setengah‑setengah bahkan jangan sampai berlebihan. Kalau ragu‑ragu
terkesan kaku sedangkan kalau berlebihan terkesan over acting
hukum gerak dalam kehidupan. Misalnya bila mengangkat barang yang berat dengan tangan
kanan, maka tubuh kita akan miring ke kiri, dsb.
tuntutan peran dalam naskah, termasuk pula bentuk dan usia.
Drama Dan Teather apa bedanya sih ??
Drama berarti perbuatan, tindakan. Berasal dari bahasa Yunani “draomai" yang berarti
berbuat, berlaku, bertindak dan sebagainya.
Drama adalah hidup yang dilukiskan dengan gerak
Konflik dari sifat manusia merupakan sumber pokok drama
Dalam bahasa Belanda, drama adalah toneel, yang kemudian oleh PKG Mangkunegara VII
dibuat istilah Sandiwara.
ARTI TEATER
Secara etimologis : Teater adalah gedung pertunjukan atau auditorium.
Dalam arti luas : Teater ialah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak
Dalam arti sempit : Teater adalah drama, kisah hidup dan kehidupan manusia yang
diceritakan di atas pentas dengan media : Percakapan, gerak dan laku didasarkan pada naskah
yang tertulis ditunjang oleh dekor, musik, nyanyian, tarian, dsb.
